Hai sobat teen. Pernahkah hubungan
kalian dengan kedua orang tua kalian sedikit panas? Kalau iya apakah
yang menyebabkan semua itu bisa terjadi? Nah sobat teen, kalau sudah seperti
apa yang kalian rasakan dan apa yang akan kalian lakukan? Berbagai pertanyaan
akan muncul dari permasalahan antara orang tua daan anak yang satu ini. Lalu
kalau sudah terjadi bagaimana cara mengatasinya? Siapa yang harus mengalah? Dan
sebagainya. Sekarang ayo kita cermati satu per satu akar permasalahannya.
Keadaan memanasa yang terjadi
antara orang tua dan anak sebenarnya disebabkan karena beberapa masalah yang
terkategorikan mulai masalah kecil hingga rumit. Masalah-masalah itu diantaranya seperti:
1.
SALAH
PAHAM
Kesalah pahaman
yang terjadi sebenarnya berakar dari kurangnya
keterbukaan karena kurangnya
komunikasi. Komunikasi itu penting dalam sebuah rumah tangga. ‘Remaja’
dalam hal ini membutuhkan komunikasi yang baik untuk membimbing mereka agar
tidak terjerumus kepada hal-hal negatif yang akan semakin berdampak buruk pada
mereka. Untuk yang satu ini siapa yang harus memulai? Sarannya adalah
masing-masing punya kesadaran untuk memulai, komunikasi yang baik mengalir apa
adanya tanpa ada yang ditutupi dan tanpa paksaan. Kesalah pahaman akan menjauh jika komunikasi dijalin dengan baik. J
2.
EGOISME
Rasa dimana antara orang tua dan anak sama-sama tidak
mau mengalah dan tetap menjunjung keinginan masing-masing tanpa saling melihat
kelebihan dan kelemahan masing-masing. Satu-satunya obat dari egoisme adalah kesadaran dari masing-masing
pihak. Kenapa? Kalau tidak ada yang sadar dan mengalah, tentu permasalahan lain
akan lebih banyak muncul dan itu akan sangat berbahaya untuk hubungan mereka.
Lalu prinsip-prinsip seperti ‘ingin menjadi atau agar menjadi’ itulah biasany
pemicu rasa egois yang ingin mempertahankan pendapat masing-masing yang
sebenarnya antara orang tua itu bisa saling melengkapi dalam berbagai keadaan.
3.
TUNTUTAN
Tuntutan
kedua belah pihak agar selalu menjadi yang terbaik itulah yang kadang membuat
salah satu pihak memberontak.
Orang tua ingin agar anaknya selalu jadi yang terbaik dan menjadi nomor
satu. Keadaan orang tua seperti ini juga
tidak dapat disalahkan ataupun dibenarkan. Mereka
memiliki hak sebab anak setiap orang tua
tidak ingin melihat anaknya rapuh di
masa depannya. Mereka juga terkadang tidak mau melihat anaknya dibawah yang
lain sebab katanya ‘akan sangat bangga’ memiliki anak yang smart. Nah, buat orang tua tuntutan
itu boleh-boleh saja, asal sesuaikan dengan kondisi minat dan bakat
yang dimiliki sang anak. Jangan
pernah memaksa mereka menjadi yang terbaik jika mereka tidak bisa menjadi
dirinya sendiri.
Anak, kebanyakan dari mereka selalu
ingin jadi yang pertama dihadapan kedua orang tuanya dan cenderung menjadi manja. Inilah satu penyakit yang susak
diobati. Anak menuntut orang tua agar
selalu dipenuhi dan disediakan fasilitas-fasilitas yang sedang berkembang.
Namun, sekarang ini tidak ada take and give. Meminta tanpa
memberikan dan menggunakan fasilitas yang diberikan dengan tanggung jawab dan
menghasilkan prestasi melainkan kemeranaan
orang tua. Yang seperti ini juga sangat tidak baik.
Antara orang tua dan anak harus tercipta hubungan
romantis dan kekeluargaan dan tuntutan masing-masing sesuai keadaan
masing-masing pula.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.