Senin, 18 Februari 2013

Orang Tua vs. Diri Sendiri


Hai sobat teen. Pernahkah hubungan kalian dengan kedua orang tua kalian sedikit panas? Kalau iya apakah yang menyebabkan semua itu bisa terjadi? Nah sobat teen, kalau sudah seperti apa yang kalian rasakan dan apa yang akan kalian lakukan? Berbagai pertanyaan akan muncul dari permasalahan antara orang tua daan anak yang satu ini. Lalu kalau sudah terjadi bagaimana cara mengatasinya? Siapa yang harus mengalah? Dan sebagainya. Sekarang ayo kita cermati satu per satu akar permasalahannya.

Keadaan memanasa yang terjadi antara orang tua dan anak sebenarnya disebabkan karena beberapa masalah yang terkategorikan mulai masalah kecil hingga rumit.  Masalah-masalah itu diantaranya seperti:

1.         SALAH PAHAM
Kesalah pahaman yang terjadi sebenarnya berakar dari kurangnya keterbukaan karena kurangnya komunikasi. Komunikasi itu penting dalam sebuah rumah tangga. ‘Remaja’ dalam hal ini membutuhkan komunikasi yang baik untuk membimbing mereka agar tidak terjerumus kepada hal-hal negatif yang akan semakin berdampak buruk pada mereka. Untuk yang satu ini siapa yang harus memulai? Sarannya adalah masing-masing punya kesadaran untuk memulai, komunikasi yang baik mengalir apa adanya tanpa ada yang ditutupi dan tanpa paksaan. Kesalah pahaman akan menjauh jika komunikasi dijalin dengan baik. J

2.         EGOISME
Rasa dimana antara orang tua dan anak sama-sama tidak mau mengalah dan tetap menjunjung keinginan masing-masing tanpa saling melihat kelebihan dan kelemahan masing-masing. Satu-satunya obat dari egoisme adalah kesadaran dari masing-masing pihak. Kenapa? Kalau tidak ada yang sadar dan mengalah, tentu permasalahan lain akan lebih banyak muncul dan itu akan sangat berbahaya untuk hubungan mereka. Lalu prinsip-prinsip seperti ‘ingin menjadi atau agar menjadi’ itulah biasany pemicu rasa egois yang ingin mempertahankan pendapat masing-masing yang sebenarnya antara orang tua itu bisa saling melengkapi dalam berbagai keadaan.

3.         TUNTUTAN
Tuntutan kedua belah pihak agar selalu menjadi yang terbaik itulah yang kadang membuat salah satu pihak memberontak.
Orang tua ingin agar anaknya selalu jadi yang terbaik dan menjadi nomor satu. Keadaan orang tua seperti ini juga
tidak dapat disalahkan ataupun dibenarkan. Mereka memiliki hak sebab anak setiap orang tua tidak ingin melihat anaknya rapuh di masa depannya. Mereka juga terkadang tidak mau melihat anaknya dibawah yang lain sebab katanya ‘akan sangat bangga’ memiliki anak yang smart. Nah, buat orang tua tuntutan itu boleh-boleh saja, asal sesuaikan dengan kondisi minat dan bakat yang dimiliki sang anak. Jangan pernah memaksa mereka menjadi yang terbaik jika mereka tidak bisa menjadi dirinya sendiri.
Anak, kebanyakan dari mereka selalu ingin jadi yang pertama dihadapan kedua orang tuanya dan cenderung menjadi manja. Inilah satu penyakit yang susak diobati. Anak menuntut orang tua agar selalu dipenuhi dan disediakan fasilitas-fasilitas yang sedang berkembang. Namun, sekarang ini tidak ada take and give. Meminta tanpa memberikan dan menggunakan fasilitas yang diberikan dengan tanggung jawab dan menghasilkan prestasi melainkan kemeranaan orang tua. Yang seperti ini juga sangat tidak baik.
Antara orang tua dan anak harus tercipta hubungan romantis dan kekeluargaan dan tuntutan masing-masing sesuai keadaan masing-masing pula.

Jadi, ayo kita perbaiki hubungan dan komunikasi kita dengan orang tua kita. Tidak ada yang benar dan salah ataupun siapa yang harus memulai. Tunjukkan kedewasaan kita dalam berperilaku agar kepercayaan yang mereka berikan tidak sia-sia. Sobat teen, sulit atau mudah ya kita melakukan itu? Daripada menerka-nerka, lebih baik kita coba untuk memperbaikinya mulai sekarang. Fighting Sabat Teen. J

Jumat, 11 Januari 2013

Prestasi dalam Dunia Nyata



       Prestasi atau Achievement? Prestasi sebenarnya tidak dapat didefinisikan. Kenapa? Karena setiap orang orang memiliki penilaian sendiri mengenai standar prestasi. Misal dalam lingkup sekolah, ada yang menilai siswa berprestasi dari rangking, nilai murni, cara bersikap, cara mengatasi masalah, dan lain sebagainya. Jadi, prestasi sendiri berpandangan luas sesuai pikiran masing-masing individu. Namun, secara garis besar, prestasi adalah pencapaian tertinggi atau maximal dari individu dalam suatu bidang.
                Seiring perkembangan zaman, prestasi bukan lagi sebuah yang luar biasa sebab saat ini prestasi adalah tujuan pencapaian yang seakan harus diraih individu dalam hidup. Kenapa? Seiring berkembangnya zaman, maka sarana dan prasarana yang disediakan juga semakin baik, sehingga tuntutan sebuah prestasi semakin tinggi untuk mendapatkan individu yang cekatan gberkembang sesuai zamannya. Sehingga, yang dapat membaca situasi dunia maka dialah yang akan mendapat kunci sukses berprestasi.
                Namun, bagaimana dengan mereka yang tidak mampu? Apakah mereka tidak dapat berprestasi? Apakah mereka harus selalu tertinggal? Jawabannya, ‘TIDAK’. Prestasi bukan hanya milik mereka yang berkecukupan, tapi milik semua individu yang mau dan mampu mewujudkan keinginannya dalam meraih hasil terbaik itu. Lalu bagaiman caranya? Prestasi tidak selalu dapat diraih dengan teknologi yang canggih, dari barang bekas pun akan menjadi prestasi jika ada kemauan untuk mengembangkannya.
                Prestasi juga harus ditanamkkan dalam diri, sebab dari sanalah akan tumbuh jiwa kompetitif dalam diri individu yang tentunya akan menghasilkan motivasi untuk menjadi yang terbaik dan melalui jalan yang baik. So, berpikirlah dari sekarang, ‘Bagaimana cara anda memotivasi diri anda untuk menjasi manusia berprestsi yang selalu berpikir positif, kritis dan tetap menjadi manusia yang rendah hati?’. Karena prestasi tidak datang dari luar melainkan motivasi dalam diri setiap individu.
                Pencapaian prestasi dapat dilakukan dengan:
1     .       Ketekunan
2     .       Optimisme
3     .       Kebijaksanaan
4     .       Pengalaman
5     .       Menghormati kegagalan

Jumat, 28 Desember 2012

iNSPiRiNG

-->
                Zelda Maharani atau yang lebih dikenal dengan Zelda, merupakan anak ke-2 dari 3 bersaudara. Gadis kelahiran tahun 2002 ini memiliki kekurangan sejak lahir yang tidak dapat melihat. Namun, dibalik kekurangannya tersebut, Allah memberikan anugrah pada Zelda. Kemampuannya dalam bernyanyi tidak dapat diragukan ditambah keramahannya pada setiap orang di dekatnya membuat orang lain merasa sangat nyaman didekatnya.
                Dunia mulai mengenal Zelda ketika Zelda mengikuti sebuah ajang pencarian bakat menyanyi “Idola Cilik” yang  ditayangkan di salah satu stasiun TV kenamaan di Indonesia. Suaranya yang merdu membawanya masuk dalam 43 besar melalui audisi Jakarta. Lagu pertamanya berjudul “Negeri di Awan” dari Katon Bagaskara mampu membius sobat cilik Indonesia untuk mendukungnya, sehingga Zelda mampu masuk ke babk selanjutnya. Namun sayang, Rabu 26 Desember 2012 de penampilannya ke-4 dalam “Menuju Pentas Idola Cilik”, Zelda harus pulang. Lagu “Ceria” dari J-Rock yang dibawakan dengan sangat apik adalah lagu terakhir yang Zelda persembahkan dalam ajang pencarian bakat tersebut. Dukungan sms yang telah dikirimkan untuk Zelda tampaknya tidak dapat menyaingi polling yang diraih oleh 2 peserta yang lain. Namun Zelda tetap mampu menginspirasi dunia dengan apa yang Zelda miliki saat ini.
“Success for Zelda and Zelda will always be an inspiration”

Sabtu, 08 Desember 2012

Cara Belajar yang Baik

-->

Untuk menjadi seseorang yang sukses, kita perlu memahami proses cara belajar kita. Kita harus mulai dengan memahami kebutuhan dan kepentingan kita sendiri, kemampuan kita untuk belajar, cara terbaik untuk belajar, dan pemahaman kita terhadap suatu subjek.
Belajar adalah sebuah proses. Hal ini dibangun dari langkah-langkah. Cara belajar dapat dengan menghafal, membaca, berbicara, meringkas atau dengan metode lainnya. Mari kita cari cara terbaik untuk proses kita belajar.
Ketika kita sedang mempelajari suatu topik berusahalah untuk mendapatkan nuansa topik melalui judul, kata kunci, dan defenisi. Kita harus memutuskan apakah perlu referensi lain untuk membantu kita seperti kamus atau atlas. Baca materi pelajaran. Lihat jika kita memiliki pertanyaan artinya kita perlu berbicara dengan guru kita saat di sekolah ataupun di tempat bimbingan.
Seorang pelajar yang sukses selalu melakukan review terhadap topik yang dipelajarinya. Cara belajar yang baik adalah memeriksa kembali topik yang telah dipelajari.
Pendidik telah lama mencatat bahwa salah satu cara belajar efektif untuk mempelajari sesuatu adalah dengan mengajarkannya kepada orang lain. Dengan mengajar ke seluruh kelas, diharapkan kita akan gampang mengingat materi pelajaran tersebut.
Banyak cara lain untuk belajar efektif adalah dengan menggunakan cara belajar relasional, yang mengaitkan informasi baru dengan hal-hal yang kita sudah tahu. Sebagai contoh, jika kita belajar tentang Laskar Pelangi, kita mungkin mengasosiasikan apa yang kita pelajari dengan pengetahuan sebelumnya yang kita miliki tentang Andrea Hirata, periode sejarah di mana informasi yang relevan penulis hidup dan lainnya.
Cara terbaik untk mengetahui apakah kita cara kita sukses atau tidak adalah dengan uji coba dalam ujian atau ulangan harian.
Jika kita memilikiki uang lebih ada baiknya kita mengikuti bimbingan belajar. Dengan mengikuti bimbingan belajar, materi yang telah kita pelajari akan di direview kembali oleh guru bimbingan belajar kita.
Terakhir, berhentilah untuk belajar sambil melakukan kegiatan lain. Tidak jarang seseorang belajar sambil sms, menonton televisi atau bermain-main dengan gadget seperti halnya laptop, ipad, tablet, dan lain-lain. Hal tersebut dapat memecah konsentrasi dalam belajar. Jika konsentrasi pecah tentu materi pelajaran yang terserap tidak seberapa.

Langkah Optimalisasi Otak untuk Daya Ingat

 
- TIDUR dan ISTIRAHAT yang CUKUP
Setiap manusia khususnya remaja selalu memiliki titik jenuh dalam melakukan aktifitas kesehariannya. Tidur dan istirahat dalam hal ini bertujuan mengembalikan fungsi otak seperti semula dan memberi penyegaran kembali ke otak.
 
- JANGAN BERPIKIR TERLALU KERAS saat SAKIT
Ketika sakit, fungsi tubuh tidak berjalan sesuai kebiasaan. Daya tahan cenderung rendah. Hal ini bertujuan untuk menghemat energi yang digunakan, sebab orang yang sakit cenderung mudah lelah.

- MELATIH KERJA OTAK dengan BERLATIH dan BERPIKIR
Hal ini bertujuan untuk melatih ketrampilan sesorang dalam melakukan suatu kegiatan.

- MENULIS
Menulis dapat meningkatkan daya ingat, karena dengan menulis sama halnya dengan menambah ingatan kita terhadap suatu materi.

- OLAHRAGA TERATUR
Olahraga adalah kegiatan un.tuk menjaga kesehatan tubuh. Dengan kondisi dan stamina tubuh yang baik, maka otak akan mendapat stimulasi oksigen secara baik pula.

- RELAKSASI dan REKREASI
Ini bertujuan untuk memberikan penyegaran otak setelah melakukan aktifitas sehari-hari. Dengan relaksasi dan rekreasi maka otak akan lebih siap dalam meneima tugas baru dengan lebih baik.

- TERTAWA
Tertawa tidak sembarang tertawa. Tetap ada batas sesuai ketentuan agama. Dan tidak dilakukan setiap waktu, sebab sebuah penelitian menyatakan banyak tertawa akan menyebabkan hilangnya ilmu yang kita miliki.

- MENGKONSUMSI IKAN
Ikan laut memiliki banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh terutama otak. Dengan mengonsumsi ikan secara teratur, maka otak akan mendapat nutrisi secara baik dalam kurun waktu tertentu.

- BERMAIN TEKA-TEKI
Bermain teka-teki sama halnya dengan melatih ketrampilan otak dalam berpikir, mulai yang ringan sampai berat. Ketrampilan baik untuk kita, agar kita dapat melakukan semua kegiatan dengan baik.

- EFEK MUSIK MOZART
Musik mozart dipercaya dapat memberikan efek baik untuk kesehatan. Musik mozart memberikan efek memberi kedamaian dalam diri seseorang yang mendengar, sehingga muncul rasa segar dalam dirinya.

- BERIBADAH dengan KHUSYUK
Beribadah adalah kunci kesuksesan. Karena kita hanya dapat berusaha dan ‘Allah’lah yang menentukan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan otak dalam meraih prestasi hidup.

Remaja


Usia remaja merupakan perkembangan untuk menjadi dewasa. Oleh sebab itu dan lingkungan yang lebih berpengalaman memiliki peranan penting dalam membantu perkembangan remaja menuju kedewasaan. Remaja juga disebut dengan ‘Adolensence’ yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja memiliki tempat di antara anak-anak dan orang tua karena sudah tidak termasuk golongan anak tetapi belum juga berada dalam golongan dewasa atau tua.